MY STORY: MAU JADI SISWA SMANSS?. YAKIN???

inauguration 11 intake
sumber: smansumsel.sch.id

SMA NEGERI SUMATERA SELATAN adalah  sekolah yang didambakan oleh banyak siswa SMP di Sumatera Selatan yang tengah mendaftar ke Sekolah Menengah Atas untuk melanjutkan pendidikannya.  Ya! Benar saja, dulu tidak hanya siswa SMP di Sumatera Selatan yang ingin mendaftarkan dirinya ke sekolah ini, melainkan Siswa SMP di seluruh Indonesia. Mengapa?. Karena dulu sekolah ini adalah SAMPOERNA ACADEMY. Sekolah milik Yayasan Putera Sampoerna Foundation yang membuka PPDB untuk seluruh siswa di Indonesia. Namun, pada tahun 2009, Sampoerna Academy diambil alih oleh Bapak Alex Noerdin. Ya!, Bapak Alex adalah Gubernur Sumatera Selatan pada masa itu.

By the way, kenapa ada banyak banget siswa yang mendaftarkan dirinya ke Sekolah ini? Dan sangat ingin menjadi salah satu dari 100 orang yang beruntung masuk ke sekolah ini?.

Kebanyakan orang di Sumatera Selatan terlebih beasiswa hunters, pasti tau!. Ya!, benar saja, sekolah  ini berbasis Beasiswa. Eitzzz! Jangan senang dulu. Sekolah ini pastinya tidak dengan mudah menerima siswa baru. Sekolah ini disediakan untuk para siswa cerdas yang taraf ekonomi keluarganya tegolong Pra- Sejahtera. Jadi, ga mungkin banget anaknya holkay dapat diterima di sekolah ini ya! Hahaha.. ya!, meskipun motto kita bilang gak ada yang ga mungkin di dunia ini. Tapi, saran aku kalian jangan terlalu mengharapkan beasiswa ini ya!, karena di luar sana ada yang lebih membutuhkan, hehehe.

Lalu, gimana sih cara biar bisa masuk ke SMANSS?.  PENASARAN?. Simak cerita aku yuk!

Oke, kenalin aku Dewi Rani. Aku salah satu siswa yang mengharapkan beasiswa sekolah ini juga pas aku masih SMP. Dan sekarang so lucky, aku jadi salah satu bagian dari keluarga besar SMANSS. Seperti yang telah aku jelasin diatas, aku mengharapkan bisa sekolah disini, karena beasiswa. Karena, ayahku adalah seorang penjaga masjid di sebuah PT  yang harus menanggung biaya makan keluarga dan biaya sekolah ketiga anaknya. Ya!, karena hal inilah yang membuat diriku harus berusaha keras mendapatkan beasiswa ini. Karena jika tidak, aku hanya akan sekolah di salah satu sekolah di desa tempat kutinggal dan harus membebankan ayah karena biaya hidup dan biaya sekolahku. Oleh karena itu, pada saat aku duduk di SMP kelas 9, aku mulai memiikirkan akan kemana aku setelah lulus SMP. Alhamdulillah, beruntungnya, ada salah satu keluargaku yang dengan baik hatinya memberitahuku mengenai sekolah ini. Dengan sangat baik, kupersiapkan diriku agar bisa menjadi siswa di sekolah ini. Jauh sebelum UN SMP dilaksanakan aku telah mulai mempelajari semua hal yang akan kuhadapi di sekolah ini, mulai dari soal- soal tes tertulis karena di masa itu aku tidak terlalu menguasai pelajaran SMP ku layaknya anak- anak yang bersekolah di kota. Ya!, karena aku bersekolah di desa yang lumayan terpencil. Jadi, kalian pasti bsa membayangkannya. Tidak hanya itu, aku juga mempersiapkan diriku untuk menghadapi interview jika aku masuk 200 besar. Kenapa harus belajar?, bukannya interview itu mudah?. Hahahaha. Salah besar. Interview di sekolah ini menggunakan bahasa inggris. Karena selain menyediakan beasiswa, sekolah ini juga mengharuskan siswanya berbahasa inggris dalam percakapan sehari- harinya. Baik di kelas, di asrama, di kantin, sama guru, sama temen. Kalian masih tetap harus berbahasa inggris. Ya! Hal ini pula yang membuat banyak siswa SMP tergiur untuk mendaftarkan dirinya, termasuk aku. Hehehe. Bisa kalian bayangkan bukan?. Bagaimana harusnya aku belajar bahasa inggris agar aku bisa melewati tahap interview ini?. Soal- soal mapel di SMP saja aku tertinggal apalagi mau berbahasa inggris di keseharian. Hahaha. Tapi, para readers sekalian jangan berpikir hanya karena interviewnya berbahasa inggris ya, so kita harus belajar. Itu really wrong!. Karena seharusnya mau berbahasa inggris kek, mau berbahasa Indonesia kek, mau bahasa planet sekalipun, jangan pernah anggap interview itu mudah. Jadi, kita masih tetap harus berlatih ya!. Sedikit FYI aja buat kalian nih! Kalau mau lancar berbahasa inggris, jangan les!. Karena kalian just spend your parent’s money. Untuk bisa berbahasa inggris, kalau kalian niat otodidak pun kalian bakalan bisa asalkan sering diucapin, diterapin, dihayatin. Intinya di- in in lah! Wkwkwk bercanda. Tapi, bukan berarti les itu ga bagus ya!. Kalau memang kalian pengen les, sok! Monggo!. Kalian boleh kok les asalkan kalian ga nyusahin ortu ya!. Kalau ortunya mampu ya rakpopo!. Tapi, jangan lupa!. Kalau udah les di-in in kayak yang aku bilang tadi. Hahaha. Jangan datang, ngerjain tugas, udah pulang. Fiks!. Mending gausah les deh!. Selain kalian nyusahin ortu doang, kalian juga bikin guru lesnya kecewa lho!. Karena kalian nampak seperti main-main aja menuntut ilmu dari beliau. Udah dulu ya FYI nya! Hehehe. Yuk! Kita lanjut!.

Setelah aku persiapan, ga lama setelah aku selesai UN, PPDB SMANSS pun diumumkan di IG. Kalau tidak salah tangaal 14 Januari 2019. Saat itu, aku tengah berada di warnet. Hehehe. Abis pulang aku langsung scroll IG nya SMANSS dan mempersiapkan segala yang dibutuhkan untuk pendaftaran via online, mulai dari berkas, maupun mental. Mwehhehe deg- degan ueey. Akungnya aku lupa kalau aku masih liburan di Palembang. Yeah, pulang lagi deh ke desa. Hahaha. Pas udah di rumah, aku pun mulai mem- fotocopy semua berkas yang dibutuhkan dan melegalisirnya ke SMP ku. Tahap ini merupakan tahap yang membuatku merasakan rasa bahagia, kecewa, marah, sedih, semuanya deh. Karena, sekolah ku jauh T.T. harus menempuh kurang lebih 3 km untuk bisa sampai kesana. Yeah!, aku kan ga punya motor dan ga dibolehin. Terpaksa, aku harus jalan kaki sama adik2 kelasku yang saat itu belum libur. Namun, akungnya, kepala sekolahnya jarang ada di sekolah dan wali kelasku pun sama T.T. jadinya, aku harus datang lagi di keesokan harinya.  Namun, naasnya gurunya masih belum ada. Padahal, raportku masih sama wali kelasku. Yeah! Aku pun masih menunggu kehadiran bapak itu sambil bercerita dan belajar bahasa inggris dengan guru SMP ku. Inilah momen yang membahagiakan bagiku. Aku masih bisa bercerita dan bertemu dengan guru SMP ku meskipun aku udah selesai menuntut ilmu di bangku SMP. Setelah kurang lebih 5 hari aku bolak- balik ke SMP, akhirnya hal yng ku nanti- nanti selesai.

Aku pun mulai mengerjakan hal lainnya yang masih selesai setengah- setengah, ESSAI misalnya. Nah, buat yang lagi ngisi Essai dari SMANSS atau dari manapun kalau disuruh pakai bahasa inggris, usahakan isi pakai kemampuan bahasa inggris kalian sendiri. Salah ya gapapa atuh! Namanya belajar. Panitia nya juga tau kalik kemampuan kita segimana. Kalau kita bohong, susah pas interview. Serius deh. Karena, disana akan terbukti semuanya. Apalagi interview di SMANSS. Wueih! Lumayan creepy. Karena para interviewernya rata- rata ahli psikolog. Jadi jangan pernah bohong ya pas di interivew.

Nah, ESSAI telah selesai dan berkas- berkas lainnya telah selesai, saatnya UPLOAD!. Aku udah mulai lega. Karena jujur aku mengerjakannya lebih dari 3 hari dan tidur sampai lewat jam 10 malem. Padahal, aku jarang begadang sebelumnya.

Masa peng-upload-an inilah yang bikin aku pengen nangis dan pengen nyerah. Karena sinyal di tempatku ga kuat bray. Hahaha. Mana filenya gee lagi ukurannya. Jadi, harus di kompress dulu. –filenya lagi demam guys. Wkwkwk bukan itu maksudnya. Kalin pasti tahu lah ya!. Kendala sinyal ini sungguh menyakitkan lebih menyakitkan dari patah hati. Swear deh!. Karena aku ga pernah patah hati guys—wkwkwk curcol.  Padahal, pendaftaran tinggal sekitar 3 hari lagi akan tutup. Aku takut nanti aku ga jadi daftar. Padahal udah buang uang ortu buat ngurusin berkas. So lucky, aku masih punya malaikatku yang baik yang aku sebutin diatas tadi. Beliau lah yang akhirnya membantuku untuk menguploadnya. Karena beliau saat itu tengah stay di Palembang. Dan baiknya lagi, beliaulah yang membantuku untuk mengantarkan berkasku ke SMANSS. Benar- benar manusia berhati malaikat ya!. FYI lagi nih, guys!. Jangan takut kehabisan waktu untuk daftar kea aku y! Karena biasanya SMANSS selalu menambah waktu deadline pengumpulan berkasnya. Tapi, jangan juga ngaret ya! :”.

Tahap berkas pun telah selesai ku jalani. Saatnya aku menunggu pengumuman 200 besar. Nah, buat kalian yang ingin mendaftarkan diri di SMANSS, saat menunggu pengumuman 100 atau pun 200 besar, sebaiknya kalian daftar ke sekolah lain buat jaga- jaga. Karena, biasnaay pengumuman SMANSS lumayan lama. Hal ini disebabkan panitia benar- benar meneliti calon peserta didik barunya dan kendala lainnya. Jadi, jangan banyak cingcong ke mimin IG SMANSS ataupun group telegram ya kalau pengumumannya lama.

Alhamdulillah!. Aku masuk 200 besar.  Tinggal menunggu waktu tes. Di hari H yang telah ditentukan aku pun berangkat ke SMANSS. Karena rumah ku jauh jadi aku boleh nginap disana selama masa tes. Di masa inilah, aku harus benar- benar berani. Karena, ini the first timenya aku naik bis sendirian. Karena pada saat itu, Ayah gada ongkos buat nganterin. Momen ini adalah momen lucu, menegangkan, dan seru. Serunya, karena aku akhirnya udah bisa mandiri. Namun, karena ini the first time, aku jadi takut. Takut salah jalan, takut diculik dan masih banyak lagi takutnya. Saking takutnya aku, sampe- sampe aku ga berani tidur. Padahal, aku udah ngantuk banget. Wwkwkwk .

Saat tiba di SMANSS, aku ngerasain sensasi kayak bukan di Negaraku sendiri. Karena, tiba- tiba aja ada kakak yang nanya “dek, where’s your regency?”. Aku pun Cuma diam. Wkwwkwk. Jujur, aku ga denger dan ga ngerti. Karena kakaknya ngomong tiba- tiba, cepet banget dan pake bahasa inggris. Tapi untungnya, kakaknya ngerti kalo aku belum fasih bahasa inggris. Mwehehe. Jadinya, di repeat deh pake Bahasa Indonesa.

Beberapa hari tes di SMANSS aku ga bisa tidur. Jam 1 baru aku bisa tidur. Karena aku deg-degan dan kepikiran tentang hari esok. Keesokan harinya, tesnya pun dimulai. Bagaimana tesnya?. Mohon maaf aku gabisa jelasin mendetail karena ini merupakan bagian terlarang bagiku. Tapi, kalian bisa membayangkan, disana aku ngerasain lagi di luar negeri. Karena, semua panitianya berbahasa inggris. Dan tentang soalnya, kalian bisa bayangin aja sendiri. Kalau katanya setiap tes itu pasti ada yang muntah karena pusing lihat soalnya.

Oke kita next aja ya!

Setelah tes, aku pun menunggu pengumuman 100 besar. Seperti yang udah aku bilang diatas, pengumumannya itu lama. Jadi, kalian mohon bersabar!. Karena, sebenarnya panitia juga pengen segera mengumumkannya. Namun, panitia masih harus melewati berbagai proses. Karena, sekolah ini berurusan dengan Goverment. Namanya juga sekolah milik Sumatera Selatan jadi harus banyak proses, dong ya!.

Jadi, sekali lagi mohon bersabar. Tenang aja!. Pasti diumumin kok!.  Karena kalo kalian komen, kasihan panitianya. Panitianya udah capek ngurusin kalian eh malah kalian ganggu2 dengan cara nge DM mimin IG smanss, protes di Group telegram. Mohon bersabar ya adik- adikku!.

Setelah sekian lama menunggu pengumuman, akhirnya aku pun menerima hasilnya. Pada saat itu, aku menerimanya di malam hari, saat aku beranjak ingin tidur. Yeah benar saja, jantungku serasa ingin copot. Aku melihatnya sendirian. Tanpa ada keluargaku. Karena yang lainnya telah tidur.

Alhamdulillah!. Aku diterima jadi siswa SMANSS!. Langsung aku keluar lagi dari kamarku dan membangunkan nenekku yang tengah tidur dan chatting dengan malaikatku tadi—karena pada saat itu, malaikatku tengah di linggau.

Betapa bahagianya nenekku dan malaikatku mendengar kabar ini.  Sampai- sampai aku melihat di story WA malaikatku terdapat tulisan “ PROUD OF YOU” . yeah!. Tentu saja, tulisan itu tertuju padaku. Karena ini the first time aku melihat malaikatku membuat tulisan semacam itu.

Wah!. Ga kerasa perjalananku untuk bisa masuk ke SMANSS udah selesai. Kta akhiri dulu ya!. Au revoir guys!. Terima kasih karena udah meluangkan waktunya membaca perjalanan hidupku ini. mohon maaf apabila ada kesalahan kata.

Kesimpulan

Jangan pernah menyerah untuk menggapai mimpimu. Teruslah berikhtiar!. Meskipun, saat itu kamu tengah berada dalam masa sulit. Ingatlah! Bahwa kamu punya ALLAH SWT!. Sesulit apapun itu, pasti akan mudah jika kamu percaya kalau akan ada ALLAH SWT yang akan membantumu. Dan ingat motto kita pada hari ini “ Nothing Impossible in this world”.

Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *